TANINDORIAU.COM
logo
Selamat Datang di situs resmi Tanindo Riau
image

Tanindo Riau

081270133355


Jalan Rambutan V No.21 Sidomulyo Timur

PENANAMAN PADI SAWAH

 BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Deskripsi Singkat

Mata pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman  kepada peserta pelatihan  dalam hal penanaman padi dengan cara tanam jajar legowo dengan baik dan benar.

B.    Tujuan Pembelajaran

 1.    Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Setelah pembelajaran peserta dapat melakukan penanaman dengan baik dan benar.

2.    Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

Setelah selesai mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu:

Menyusun jadwal tanam dan melakukan penanaman dengan jarak tanam jajar legowo dengan baik dan benar.

C.    Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan

1.  Pokok Bahasan 

1.1.    Melakukan Penanaman dengan Jarak Tanam Jajar Legowo.

2.  Sub Pokok Bahasan 

2.1.    Pengertian dan Tipe Jarak Tanam Jajar Legowo;

2.2.    Penanaman Jajar Legowo.

D.    Metode

Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan praktik.

E.     Alat Bantu

White board, Laptop/LCD Projector, Tugal, Caplak roda, Garet, Tali rafia.

F.     Waktu

8 JP (1 JP@ 45 Menit)

BAB II

MELAKUKAN PENANAMAN DENGAN JARAK TANAM JAJAR LEGOWO

Indikator keberhasilan: setelah mengikuti pembelajaran ini peserta pelatihan diharapkan mampu menyusun jadwal tanam dan melakukan penanaman dengan jarak tanam jajar legowo dengan baik dan benar.

A.   Pengertian dan Tipe Jarak Tanam Jajar Legowo

Sistem jajar legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Istilah Legowo diambil dari bahasa Jawa, yaitu berasal dari kata “Lego” berarti luas dan “dowo” berarti memanjang. Legowo diartikan pula sebagai cara bertanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan dan diselingi satu barisan kosong.

Baris tanaman (dua atau lebih baris kosongnya (setengah lebar di kanan dan di kirinya) disebut satu unit legowo. Bila terdapat dua baris tanam per unit legowo maka disebut legowo 2:1, sementara jika empat baris tanam per unit legowo disebut legoowo 4:1, dan seterusnya.

Pada awalnya tanam jajar legowo umum diterapkan untuk daerah yang banyak serangan hama dan penyakit, atau kemungkinan terjadinya keracunan besi. Jarak tanam dua baris terpinggir pada tiap unit legowo lebih rapat dari pada baris yang di tengah (setengah jarak tanam baris yang di tengah), dengan maksud untuk mengkompensasi populasi tanaman pada baris yang dikosongkan. Pada baris kosong, di antara unit legowo, dapat dibuat parit dangkal. Parit dapat berfungsi untuk mengumpulkan keong mas, menekan tingkat keracunan besi pada tanaman padi atau untuk pemeliharaan ikan kecil (muda).

Sistem tanam legowo kemudian berkembang untuk mendapatkan hasil panen yang lebih tinggi dibanding sistem tegel melalui penambahan populasi. Selain itu juga mempermudah pada saat pengendalian hama, penyakit, gulma dan juga pada saat pemupukan.

Pada penerapan, perlu diperhatikan tingkat kesuburan tanah pada areal yang akan ditanami. Jika tergolong subur, maka disarankan untuk menerapkan pola tanaman sisipan hanya pada baris pinggir (legowo tipe 2). Hal ini dilakukan untuk mencegah kerebahan tanaman akibat serapan hara yang tinggi. Sedangkan pada areal yang kurang subur, maka tanaman sisipan dapat dilakukan pada seluruh barisan tanaman, baik baris pinggir maupun tengah (legowo tipe 1). Saat ini, sistem legowo sudah mulai banyak diadopsi oleh petani di Indonesia. Banyak petani yang sudah merasakan manfaat dan keuntungannya dengan menggunakan teknik tersebut. Dengan sistem legowo, populasi tanaman dapat ditingkatkan yang pada gilirannya diperoleh peningkatan hasil gabah.

B. Penanaman dengan Jajar Legowo

Pada prinsipnya sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi dengan cara mengatur jarak tanam. Selain itu sistem tanam tersebut juga memanipulasi lokasi tanaman sehingga seolah-olah tanaman padi dibuat menjadi taping (tanaman pinggir) lebih banyak. Seperti kita ketahui tanaman padi yang berada dipinggir akan menghasilkan produksi lebih tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik hal ini disebabkan karena tanaman tepi akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak.

Ada beberapa tipe sistem tanam jajar legowo :

  1. Jajar legowo 2:1. Setiap dua baris diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Namun jarak tanam dalam barisan yang memanjang dipersempit menjadi setengah jarak tanam dalam barisan.
  2. Jajar legowo 4:1. Setiap empat baris tanaman padi diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Demikian seterusnya. Jarak tanam yang dipinggir setengah dari jarak tanam yang ditengah.

C. Rangkuman

Cara tanam jajar legowo untuk padi sawah secara umum bisa dilakukan dengan berbagai tipe yaitu: legowo (2:1), (3:1), (4:1), (5:1), (6:1) atau tipe lainnya. Namun dari hasil penelitian, tipe terbaik untuk mendapatkan produksi gabah tertinggi dicapai oleh legowo 4:1, dan untuk mendapat bulir gabah berkualitas benih dicapai oleh legowo 2:1.

D. Latihan

  1. Jelaskan pengertian Jajar Legowo.
  2. Jelaskan tujuan dan manfaat Jajar Legowo.

 BAB V

PENUTUP

 A.   Kesimpulan

Penentuan jarak tanam akan sangat menentukan jumlah populasi tanaman per satuan luas lahan, semakin rapat jarak tanam maka populasi tanaman akan meningkat. Namun pengaturan jarak tanam ini juga harus disesuaikan pula dengan tingkat kesuburan lahan.

Jajar legowo merupakan sistem jarak tanam yang baru dikembangkan dan telah diadopsi oleh masyarakat secara luas.

B.   Implikasi

Setelah mempelajari dan mendalami materi pelatihan ini para peserta pelatihan akan dapat menentukan langkah-langkah untuk memulai suatu usaha dengan baik.

C.   Tindak Lanjut

Diharapkan kepada para peserta pelatihan setelah mempelajari dan melatih materi ini dapat mengajarkan kepada pihak yang memerlukannya.

Thu, 11 Apr 2019 @11:01


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2019 TANINDO RIAU · All Rights Reserved