TANINDORIAU.COM
logo
Selamat Datang di situs resmi Tanindo Riau
image

Tanindo Riau

081270133355


Jalan Rambutan V No.21 Sidomulyo Timur

PERSIAPAN LAHAN TANAMAN PADI

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Deskripsi Singkat

Mata Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dalam persiapan lahan untuk penanaman padi yang dimulai dari memberikan gambaran penyusunan jadwal pengolahan lahan berdasarkan jenis tanaman, menyiapkan prasarana dan sarana untuk pengolahan lahan, melakukan pembersihan lahan, pematang dan parit/saluran drainase dari gulma, melakukan pencangkulan pada sudut-sudut petakan, melakukan pembajakan pada lahan, melakukan penggaruan pada lahan yang telah dibajak, membersihkan prasarana dan sarana pengolahan lahan.

B.    Tujuan Pembelajaran

1.    Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan dapat menyiapkan lahan sesuai jenis tanaman dengan baik dan benar.

2.    Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

Setelah selesai mendapatkan materi ini peserta diharapkan mampu:

1)    Menyusun jadwal pengolahan lahan berdasarkan jenis tanaman dengan baik dan benar;

2)    Menyiapkan prasarana dan sarana pengolahan lahan dengan baik dan benar;

3)    Melaksanakan pengolahan lahan sesuai jenis tanaman dengan baik dan benar.

C.    Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan

1.  Pokok Bahasan 

1.1.    Pengolahan Lahan

2.  Sub Pokok Bahasan 

2.1.    Pengolahan Lahan Sempurna

2.2.    Penyiapan Lahan Tanpa Olah Tanah (TOT)

D.    Metode

Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan praktik.

E.     Alat Bantu

White board, Laptop/LCD Projector, Hand Tracktor, Cangkul, Sabit,Koret, Herbisida, Sprayer.

F.     Waktu

8 JP (1 JP@ 45 Menit) 

 BAB II

PENGOLAHAN LAHAN

Indikator keberhasilan: setelah mengikuti pembelajaran ini peserta pelatihan diharapkan mampu menyusun jadwal dan melaksanakan pengolahan lahan dengan baik dan benar

A. Pengolahan Lahan Sempurna

Pengolahan tanah bertujuan mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat tertentu hingga memperoleh susunan tanah (struktur tanah dan tekstur tanah) yang dihendaki oleh tanaman.

Pengolahan lahan sawah terdiri dari beberapa tahap:

1. Pembersihan

  • Selokan-selokan perlu dibersihkan
  • Jerami yang ada perlu dibabat untuk pembuatan kompos. 

  2. Pencangkulan

  • Perbaikan pematang dan petak sawah yang sukar dibajak

 3. Pembajakan

  • Memecah tanah menjadi bongkahan-bongkahan tanah.
  • Membalikkan tanah beserta tumbuhan rumput (jerami) sehingga akhirnya membusuk.
  • Proses pembusukan dengan bantuan mikro organisme yang ada dalam tanah.
  • Diinkubasi selama 1 minggu
  • Menggunakan bajak rotari untuk melembutkan tanah untuk melumpur.

 4. Penggaruan

  • Meratakan dan menghancurkan gumpalan-gumpalan tanah
  • Selama digaru saluran pemasukan dan pengeluaran air ditutup agar lumpur tidak hanyut terbawa air keluar.
  • Penggaruan yang dilakukan berulang kali akan memberikan keuntungan
  • Permukaan tanah menjadi rata
  • Air yang merembes ke bawah menjadi berkurang
  • Sisa tanaman atau rumput akan terbenam
  • Penanaman menjadi mudah
  • Meratakan pembagian pupuk dan pupuk terbenam

 B. Penyiapan Lahan Tanpa Olah Tanah (TOT)

Penyiapan Tanpa Olah Tanah (TOT) dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:

a.  Dengan Cara Tebas

  • Gulma atau rumput ditebas dengan tajak besar disaat lahan berair;
  • Rumput dibiarkan terhampar membusuk selama 2 minggu, setelah itu digumpal dan dibiarkan dua minggu kemudian gumpalan dibalik lagi. Setelah gumpalan rumput membusuk seluruhnya, lalu gumpalan rumput tersebut dihamparkan secara merata pada seluruh permukaan petakan sumber hara tanaman;
  • Setelah dibiarkan beberapa hari lahan siap ditanami  dengan bibit padi.

b.  Dengan Cara Menggunakan Herbisida

  • Sewaktu penyemprotan herbisida, petakan diusahakan tidak digenangi air, dengan demikian penyemprotan harus lebih awal sebelum hujan atau air pasang datang menggenangi petakan;
  • Gulma dapat disemprot dengan herbisida non selektif seperti glivosat atau paraquat;
  • Penyemprotan dilakukan lebih awal agar waktu tanam padi tidak tertunda karena menunggu gulma membusuk. Manfaatnya adalah  dapat mengefisienkan tenaga kerja, dapat mengkonversi lahan sehingga degradasi atau tingkat penurunan kesuburan lahan serta munculnya keracunan besi dapat dikendalikan.

C. Rangkuman

Pengolahan tanah merupakan komponen penting dalam kegiatan usahatani bertujuan menyiapkan atau menciptakan media tanam yang baik untuk pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman dapat berproduksi secara optimal. Namun pengolahan tanah secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, diantaranya terjadinya penghancuran struktur tanah.

Pada kegiatan persiapan lahan meliputi kegiatan sebagai berikut:

1)    Menyusun jadwal pengolahan lahan berdasarkan jenis tanaman;

2)    Menyiapkan prasarana dan sarana pengolahan lahan;

3)    Melaksanakan pengolahan lahan sesuai jenis tanamanMengenal.

D. Latihan

  1. Jelaskan pengertian pengolahan tanah sempurna.
  2. Jelaskan cara persiapan lahan secara TOT dengan menggunakan herbisida.

 BAB V

PENUTUP

A.   Kesimpulan

Pengolahan lahan bertujuan untuk memperbaiki struktur dan tekstur tanah. Teknik pengolahan lahan daapat dilakukan dengan pengolahan tanah sempurna atau tanpa olah tanah (TOT).

B.   Implikasi

Setelah mempelajari dan mendalami materi pelatihan ini para peserta pelatihan akan mampu melakukan penyiapan lahan dengan baik.

C.   Tindak Lanjut

Diharapkan kepada para peserta pelatihan setelah mempelajari dan melatih materi ini serta dapat mengajarkan kepada pihak yang memerlukannya.

Thu, 11 Apr 2019 @10:11


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2019 TANINDO RIAU · All Rights Reserved