TANINDORIAU.COM
logo

DESKRIPSI VARIETAS DAN PEMILIHAN BENIH PADI

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Deskripsi Singkat

Mata Pelatihan ini akan membahas istilah penting dalam  perbenihan, pewilayahan varietas, klasifikasi benih, kriteria benih bermutu, dan teknik pemilihan benih.

  1. B.    Tujuan Pembelajaran
    1. 1.    Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta mampu menjelaskan istilah penting perbenihan dan mempraktikkan teknik pemilihan benih dengan baik dan benar.

  1. 2.    Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

a.  Peserta pelatihan diharapkan dapat menjelaskan istilah penting dalam perbenihan dengan baik dan benar;

b.  Peserta pelatihan diharapkan dapat menjelaskan pewilayahan varietas dan klasifikasi benih dengan baik dan benar;

  1. Peserta pelatihan diharapkan dapat mempraktikkan teknik pemilihan benih dengan baik dan benar.
  2. C.    Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan

1.  Pokok Bahasan 

1.1.    Istilah Penting dalam Perbenihan

1.2.    Pewilayahan Varietas dan Klasifikasi Benih

1.3.    Kriteria Benih Bermutu dan Teknik Pemilihan Benih

2.  Sub Pokok Bahasan 

2.1.    Galur

2.2.    Varietas

2.3.    Kultivar

2.4.    Benih

2.5.    Dormansi

2.6.    Pewilayahan Varietas

2.7.    Klasifikasi Benih

2.8.    Kriteria Benih Bermutu

2.9.    Teknik Pemilihan Benih

  1. D.    Metode

Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan praktik.

  1. E.     Alat Bantu

White board, Laptop/LCD Projector, garam, telur ayam, ember.

  1. F.     Waktu

4 JP (1 JP@ 45 Menit)

BAB II

ISTILAH PENTING DALAM PERBENIHAN

Indikator keberhasilan: setelah mengikuti pembelajaran ini peserta pelatihan diharapkan mampu menjelaskan istilah penting dalam perbenihan dengan baik dan benar

Varietas unggul merupakan salah satu komponen teknologi yang penting untuk meningkatkan produksi dan pendapatan usahatani. Tersedianya varietas unggul yang dapat dipilih sesuai dengan kondisi wilayah dan keinginan pasar.

Untuk lebih mudah memahami materi dalam bahan ajar ini maka perlu diberikan penjelasan tentang istilah-istilah penting dalam perbenihan, diantaranya yaitu:

A. Galur

Galur adalah tanaman hasil persilangan yang telah diseleksi dan diuji, mempunyai sifat unggul sesuai tujuan pemuliaan, seragam, stabil, tetapi belum dilepas. 

B. Varietas

Varietas adalah bagian dari suatu jenis yang ditandai oleh bentuk tanaman, pertumbuhan, daun, bunga, buah, biji, dan sifat-sifat lain yang dapat dibedakan dalam jenis yang sama.

Varietas Lokal adalah varietas yang telah ada dan dibudidayakan turun temurun oleh petani serta menjadi milik masyarakat dan dikuasai oleh Negara.

Varietas adalah galur hasil pemuliaan yang mempunyai satu atau lebih keunggulan khusus seperti potensi hasil tinggi, tahan terhadap hama, penyakit atau sifat-sifat lainnya dan telah dilepas   oleh Pemerintah.

Varietas Unggul Baru (VUB) adalah kelompok tanaman padi yang memiliki karakteristik umur 100-135 HSS (hari setelah sebar), anakan banyak (>20 tunas/rumpun), bermalai agak lebat (± 150 gabah/malai).

Varietas Unggul Tipe Baru (VUTB) adalah kelompok tanaman padi yang memiliki karakteristik postur tanaman tegap, berdaun lebar, berwarna hijau tua, beranak sedikit (<15 tunas/rumpun) berumur 100-135 HSS, bermalai lebat (± 250 gabah/malai), berpotensi hasil lebih dari 8 ton GKG/ha.

Varietas Unggul Hibrida (VUH) adalah kelompok tanaman padi yang terbentuk dari individu-individu generasi pertama (F1) asal suatu kombinasi persilangan memiliki karakteristik potensi hasil lebih tinggi dari varietas unggul hibrida yang mendominasi areal pertanaman produksi padi.

C. Kultivar

Kultivar adalah varietas yang dibudidayakan oleh petani. 

D. Benih

Benih adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan atau mengembangbiakkan tanaman.

Benih berlabel adalah benih yang sudah lulus proses sertifikasi yang merupakan salah satu bentuk jaminan mutu benih.

E.  Dormansi

Dormansi adalah suatu kondisi benih hidup tetapi tidak dapat berkecambah, meskipun dikecambahkan dalam kondisi yang optimum untuk perkecambahan. Kondisi dormansi biasanya terjadi pada benih yang baru dipanen.

Dalam kurun waktu 40 tahun (dari tahun 1960-an hingga 2000-an) telah dilepas lebih dari 150 vaietas unggul dengan klasifikasi padi sawah, padi gogo, padi pasang surut, padi dataran rendah, dan padi dataran tinggi.

F.  Rangkuman

Mengenal istilah penting dalam perbenihan sangat diperlukan bagi kita semua, karena sering ditemui bahwa masyarakat masih sulit membedakan antara galur, varietas, kultivar, benih, dan dormansi benih.

G. Latihan

  1. Jelaskan pengertian galur, varietas, kultivar, benih, dan dormansi benih.
  2. Jelaskan perbedaan Varietas Unggul Baru dan Varietas Unggul Tipe Baru.

BAB III

PEWILAYAHAN VARIETAS DAN KLASIFIKASI BENIH

 Indikator keberhasilan: setelah mengikuti pembelajaran ini peserta pelatihan diharapkan dapat menjelaskan pewilayahan varietas dan klasifikasi benih dengan baik dan benar

 A. Pewilayahan Varietas

Pada budidaya padi pewilayahan varietas merupakan satu faktor penting karena berhubungan dengan kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi, seperti; lahan irigasi, lahan tadah hujan, lahan kering, lahan rawa dan pasang surut, tinggi tempat, dataran rendah, sedang, dan tinggi.

Lingkungan tumbuh akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi, oleh karena itu sebelum melakukan budidaya tanaman padi lingkungan tumbuh harus dipelajari terlebih dahulu. Beberapa faktor lingkungan tumbuh yang harus diketahui antara lain:

  1. Endemik dan hama penyakit utama;
  2. Kesuburan fisik dan kesuburan kimia (status hara makro dan mikro);
  3. Target produksi dan produktivitas;
  4. Iklim;
  5. Teknik budidaya yang diterapkan;
  6. Mutu produk

Beberapa upaya yang dilakukan untuk memperkecil pengaruh lingkungan terhadap produktivitas:

  1. Pilih waktu tanam yang tepat;
  2. Pilih varietas yang sesuai (beradaptasi yang dapat dilihat dari keragaan varietas di suatu wilayah dalam rentang musim tanam yang memadai);
  3. Gunakan teknik budidaya yang optimal;
  4. Lakukan pergiliran varietas antar musim tanam dalam luasan pertanaman yang memadai.

Manfaat pergiliran varietas antar musim diantaranya yaitu:

  1. Varietas dipilih berdasarkan kesesuaiannya dengan musim tanam dan pola tanam, sehingga produktivitas antar musim tetap tinggi;
  2. Pergiliran varietas antar musim dengan varietas berbeda akan berfungsi sebagai penyangga pembentukan biotipe hama atau strain penyakit baru;
  3. Pergiliran varietas yang terencana memudahkan dalam penyiapan benih agar tepat jenis, tepat mutu, dan tepat waktu.

B. Klasifikasi Benih

Terdapat empat kelas benih berdasarkan Peraturan Menteri Pertannian No.39/Permentan/OT.140/8/2006 dalam sertifikasi benih di Indonesia, yaitu:

  1. Benih Penjenis (BS), benih yang ditandai dengan label kuning, dimiliki dan diproduksi oleh Pemulia Tanaman di Balai Penelitian Komoditas atau UPBS (Unit Produksi Benih Sumber);
  2. Benih Dasar (BD), benih yang ditandai dengan label putih, dimiliki dan diproduksi oleh Balai Benih Induk (BBI), Penangkar Benih yang mendapat rekomendasi dari Balai Pengawasan Mutu dan Sertifikasi Benih (BPSB), Produsen Bebnih swasta/BUMN;
  3. Benih Pokok (BP), benih yang ditandai dengan label ungu, dimiliki dan diproduksi oleh Balai Benih Utama (BBU), Penangkar Benih yang mendapat rekomendasi dari BPSB, Produsen Benih swasta/BUMN;
  4. Benih Sebar (BR), benih yang ditandai dengan label biru, dimiliki dan diproduksi olwh Balai Benih Pembantu (BBP), Penangkar Benih, Produsen Benih swasta/BUMN.

Produsen Benih/Penangkar Benih dalam memproduksi benih yang akan dijual harus menggunakan benih yang mempunyai kelas satu tingkat di atasnya, misalnya untuk menghasilkan Benih Sebar (BR) maka Produsen Benih/Penangkar Benih harus menanan benih yang memiliki kelas Benih Pokok (BP).

Kelas benih yang ditanam oleh petani untuk menghasilkan gabah konsumsi atau untuk dijadkan beras dianjurkan menggunakan Benih Sebar (BR).

C. Rangkuman

Pewilayahan varietas merupakan satu faktor penting yang berhubungan dengan kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi.

Terdapat empat kelas benih berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No.39/Permentan/OT.140/8/2006 dalam sertifikasi benih di Indonesia, yaitu: Benih Penjenis (BS), Benih Dasar (BD), Benih Pokok (BP), dan Benih Sebar (BR).

D. Latihan

1. Jelaskan kenapa pewilayahan varietas sangat penting dalam kaitannya dengan produksi tanaman.

2. Sebutkan kelas-kelas benih sesuai dengan peraturan sertifikasi benih di Indonesia.

BAB IV

KRITERIA BENIH BERMUTU DAN TEKNIK PEMILIHAN BENIH

Indikator keberhasilan: setelah mengikuti pembelajaran ini peserta pelatihan diharapkan dapat mempraktikkan teknik pemilihan benih dengan baik dan benar

Benih varietas unggul adalah benih yang dicirikan oleh sifat-sifat keunggulan dari benih tersebut, berupa sifat genetik melalui penampakan morfologis dan potensi hasilnya seperti umur tanaman, potensi hasil, ketahanan terhadap hama dan penyakit, tinggi tanaman, rasa nasi dan sifat lainnya. Sedangkan benih bermutu adalah benih yang dicirikan oleh sifat-sifat mutu dari benih tersebut yang dapat dilihat dari daya kecambah, campuran varietas lain, tingkat kemurnian, kadar air, biji tanaman lain, biji gulma dan kandungan kotoran yang terdapat di dalam benih.

  1. A.   Kriteria Benih Bermutu 

Berdasarkan persyaratan mutu benih dalam sertifikasi benih terdapat kriteria yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Daya Kecambah tinggi;
  2. Kemurnian tinggi;
  3. Campuran Varietas Lain rendah;
  4. Kadar Air rendah;
  5. Kotoran Benih rendah;
  6. Biji Tanaman Lain rendah;
  7. Biji Gulma rendah;
  8. Sehat, tidak terinfeksi oleh jamur atau serangan hama

Beberapa keuntungan yang akan diperoleh bila menggunakan benih bermutu, yaitu:

  1. Benih tumbuh dengan cepat dan serempak;
  2. Bila disemaikan mampu menghasilkan bibit yang vigorous (tegar);
  3. Ketika ditanam pindah, bibit dapat tumbuh dengan cepat;
  4. Pertumbuhan lebih serempak, populasi tanaman optimum sehingga hasilnya optimum.

Berikut disarikan tentang standar nutu benih padi bersertifikat sesuai peraturan Menteri Pertanian sebagaimana di atas, yaitu:

 1)    Standar Lapangan

Tabel 1. Standar Lapangan Sertifikasi Benih Padi

Kelas Benih

Isolasi Jarak (m)

Varietas Lain dan Tipe Simpang (maks. %)

Isolasi Waktu (min.30 hari)

Catatan

BS

2

0,0

30

Isolasi waktu dihitung berdasarkan perbedaan waktu berbunga

BD

2

0,0

30

BP

2

0,2

30

BR

2

0,5

30

 2)    Standar Pengujian Mutu Benih

Tabel 2. Standar Laboratorium Pengujian Mutu Benih

Kelas Benih

Kadar Air (Maks.%)

Benih Murni (Min.%)

Kotoran Benih (Maks.%)

Biji Tanaman Lain (Maks.%)

Campuran Varietas Lain (Maks.%)

Daya Kecambah (Min.%)

BS

13,0

99,0

1,0

0,0

0,0

80

BD

13,0

99,0

1,0

0,0

0,0

80

BP

13,0

99,0

1,0

0,1

0,0

80

BR

13,0

99,0

2,0

0,2

0,0

80

 B.   Teknik Pemilihan Benih

  1.  

Perlakuan benih adalah upaya memberikan perlakuan pada benih sebelum ditanam, agar dapat tumbuh dengan cepat, seragam dan sehat. Perlakuan benih juga bertujuan untuk perlindungan awal terhadap serangan hama pada stadia bibit.

Perlakuan benih sebelum sebar meliputi:

  1. Pematahan dormansi benih dapat dilakukan antara lain dengan;
    1. Pemanasan dalam oven pada suhu 500C selama 2 hari, dilanjutkan dengan perendaman dalam air selama 2 hari;
    2. Pemanasan dalam oven pada suhu 500C selama 2 hari, dilanjutkan dengan perendaman dalam larutan pupuk KNO3 murni selama 2 hari.
    3. Teknik Pemilihan Benih yang baik dan benar dapat dilakukan dengan;
      1. Perendaman dalam air
  • Siapkan satu buah wadah plastik ukuran 5 liter, lalu diisi dengan air kira-kira sebanyak ¾ volume wadah (3,75 liter), pH air yang digunakan sekitar 7 (netral), lalu masukkan benih ke dalam wadah plastik.
  • Benih diaduk-aduk sebentar lalu didiamkan kira-kira 3 menit. Benih yang tenggelam adalah benih bernas dan dipilih untuk dikecambahkan atau disemai, sedangkan benih yang melayang dan mengapung dibuang.
  • Benih bernas siap untuk dikecambahkan/disemai.

 Perendaman dalam larutan garam

  • Siapkan satu buah wadah lagi, lalu diisi dengan air sebanyak ¾ volume wadah (3,75 liter).
  • Masukkan satu butir telur ayam baru ke dalam air. Tambahkan garam secara berangsur-angsur sambil mengamati kondisi telur ayam, apabila telur ayam telah mengapung maka penambahan garam dihentikan.
  • Benih dimasukkan ke dalam wadah plastik yang telah berisi larutan air garam.
  • Benih diaduk-aduk sebentar lalu didiamkan kira-kira 3 menit. Benih yang tenggelam adalah benih bernas dan dipilih untuk dikecambahkan atau disemai, sedangkan benih yang melayang dan mengapung dibuang.
  • Benih bernas dibilas agar tidak mengandung  larutan garam, lalu siap untuk dikecambahkan/disemai.
  1. C.   Rangkuman 
    1. Benih varietas unggul adalah benih yang dicirikan oleh sifat-sifat keunggulan dari benih tersebut, berupa sifat genetik melalui penampakan morfologis dan potensi hasilnya.
    2. Benih bermutu adalah benih yang dicirikan oleh sifat-sifat mutu dari benih tersebut yang dapat dilihat dari daya kecambah, campuran varietas lain, tingkat kemurnian, kadar air, dan kandungan kotoran benih.
    3. Pemilihan benih yang baik untuk disemaikan dapat dilakukan dengan cara merendam benih tersebut ke dalam air atau larutan garam.
    4. D.   Latihan 
      1. Sebutkan benih bermutu.
      2. Lakukan latihan beberapa kali tentang cara memilih benih yang baik.

 

 BAB V

PENUTUP

 A.   Kesimpulan

Penggunaan benih varietas unggul bermutu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi, pengaruh perbaikan mutu benih dapat memberikan kontribusi peningkatan produksi sebesar 30%.

Pemilihan benih yang baik dan bernas untuk dijadikan bibit di pesemaian dapat dilakukan dengan merendaam benih di dalam air dan larutan air garam. Benih yang mengapung merupakan benih bernas dan dapat dijadikan sebagai benih.

  1. B.   Implikasi

Setelah mempelajari dan mendalami materi bahan ajar para peserta pelatihan akan dapat membedakan beberapa varietas berdasarkan deskripsi varietas dan menerapkan cara memilih benih dengan baik.

  1. C.   Tindak Lanjut

Diharapkan kepada para peserta pelatihan setelah mempelajari dan melatih bahan ajar ini dapat mengajarkan kepada pihak yang memerlukannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Wed, 10 Apr 2019 @13:46


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2019 TANINDO RIAU · All Rights Reserved